Connect with us

Hi, what are you looking for?

Featured

Antiphaty Siap Menutup Rangkaian Turnya di Malang

Setelah melakoni sepaket konser di Jawa Timur hingga Bali dan Lombok, unit punk rock asal kota Malang ini bakal menuntaskan turnya secara spesial di kandang sendiri.

Belakangan Antiphaty memang ibarat band yang selalu sarat akan kejutan. Sepak terjang mereka mulai susah untuk ditebak. Seperti biasa, tanpa banyak koar dan basa-basi, Antiphaty tiba-tiba melakoni tur di Jawa Timur hingga Bali dan Lombok, selama bulan Desember 2019. Tur yang dikasih titel For The Scene Tour 2019 itu diorganisir oleh AxPxFxO, dengan etos kerja mandiri plus bantuan dari sejumlah kerabat dan kolega. 

“Sudah biasa kita garap sendiri. Tur Antiphaty yang dulu saja kita habis 72 juta. Hampir semuanya dari duit kita sendiri,” kata sang vokalis, Catur, mengenang perjalanan Desire Tour (2015) yang melibas total 24 kota di tiga negara – Indonesia, Malaysia dan Singapura. Tur itu juga dijalankan Antiphaty secara mandiri, tiba-tiba, dan tanpa banyak koar sebelumnya. Everything in it’s punk way.

Tur kali ini semakin spesial karena dilakoni jelang perayaan 20 tahun album klasik Antiphaty, For The Scene (2000). Kebetulan rekaman itu memang salah satu album penting bagi kancah underground-punk di Malang, bahkan Indonesia. Lagipula, di awal tahun 2020 nanti, Antiphaty juga akan tepat berusia 23 tahun. Maka, ini semua seperti pesta yang telah dimulai sejak dini dan mungkin tidak akan cepat usai.   

“Gagasan tur ini awalnya gara-gara Wawan yang tiba-tiba pulang ke Malang, trus dia manas-manasin kita untuk tur lagi!” ujar Catur. Sekadar catatan, Wawan adalah salah satu gitaris Antiphaty dalam formasi album For The Scene. Selepas album tersebut, Wawan sempat melalang buana sampai ke luar negeri, dan kabarnya baru saja kembali ke Indonesia.  

“Eko menyanggupi untuk tampil sealbum [For The Scene] di tur ini,” tambah Catur menyebut nama drummer Extreme Decay yang juga termasuk dalam formasi For The Scene. Ini artinya, akan ada sesi eksklusif di mana seluruh materi lagu di album For The Scene bakal dimainkan kembali di atas panggung oleh para personel orisinilnya. 

Memang sekilas ini seperti sesi reuni dan nostalgia bagi mereka yang pernah ada, terlibat serta tumbuh bersama album For The Scene. Baik bagi semua personel Antiphaty, para kerabat dan teman-teman dekat, hingga kalangan fans mereka sendiri.   

Sekadar kilas balik, Antiphaty terbentuk pada bulan Februari 1997, oleh Catur (No Man’s Land), Feri (No Man’s Land), Eko (Keramat/Extreme Decay), dan Arthur. Sejak awal, kuartet ini secara agresif memainkan musik punk yang bercorak crusty punk dan D-beat. Karya rekaman Antiphaty sudah dirangkum setidaknya dalam empat album, serta berbagai proyek split tape dan kompilasi. Selain itu, sejumlah panggung dan tur, baik dalam maupun luar negeri, telah dilakoni oleh Catur dkk. Fomasi Antiphaty saat ini adalah Catur (vokal), Antok (bass), Yoyok (gitar), dan Angga (drum).

Selepas merilis album Up The Punk (2015) dan tur di kawasan Asia Tenggara, Antiphaty kembali ke studio untuk menggarap materi musik terbarunya. Satu single baru bertajuk “Last Breath” sempat dirilis pada awal tahun 2019 lalu dan video klipnya sudah beredar di kanal YouTube. Pada tahun 2020 nanti, Antiphaty bakal merilis mini album yang konon rencananya dikasih titel Beast The Bastards.

Ternyata selain rangkaian tur, diam-diam Antiphaty menyiapkan kejutan lain. Album For The Scene baru saja dirilis ulang dalam format piringan hitam oleh In Punk We Trust, label rekaman yang berbasis di Lithuania. Plat berukuran 12 inci itu sudah dipasarkan ke seluruh dunia, dan beredar dalam jumlah yang sangat terbatas di Indonesia.    

Sepanjang akhir pekan di bulan Desember 2019, Antiphaty melakoni perjalanan For The Scene Tour 2019 lewat jalur darat yang penuh dengan kisah pengalaman seru. Mereka menyambangi total sembilan kota, yaitu Madiun (01/12), Surabaya (07/12), Jember dan Lumajang (08/12), Blitar (14/12), Kediri (15/12), Denpasar (21/12), Mataram (22/12), serta akan berakhir di Malang (28/12) dalam set yang spesial dan eksklusif. 

“Tur ini sudah hampir berakhir. Seru sekali selama perjalanan kemarin,” cetus Yoyok di sela-sela latihan Antiphaty di Studio Osi Thok, Malang. “Responnya cukup bagus kemarin pas Antiphaty manggung di kota-kota sebelumnya. Dalam satu hari kami bahkan nekat manggung di dua kota, Jember dan Lumajang. Di Bali dan Lombok juga meriah. Capek sih, tapi kami sangat puas…”    

“Sisa satu pertunjukan lagi, di kandang sendiri. Hajar deh!” tambah Catur yang masih setia dengan potongan rambut mohawk-nya. “Setlist-nya nanti pasti lebih panjang dari sebelumnya. Persiapannya juga lebih serius. Pokoknya di Malang kudu total dan spesial!” 

Konser penutup For The Scene Tour 2019 akan digelar di Levels Brewhouse, Malang, pada tanggal 28 Desember 2019. Dalam pertunjukan ini Catur dkk akan berbagi panggung dengan Primitive Chimpanzee, Sam Lion, Burning, TRNS, dan Apostate. Di sana juga akan dirilis berbagai merchandise eksklusif Antiphaty dalam edisi terbatas. Selain itu juga ada pemutaran video dokumentasi tur Antiphaty di area venue.

“Antiphaty nanti akan bermain dalam set panjang. Ada dua drummer yang akan tampil bergantian,” jelas Oox dari AxPxFxO selaku pihak penyelenggara tur ini. “Segala produksi di Malang sudah kami siapkan dengan maksimal. Dari kebutuhan sound system sampai lighting supaya konser di venue kecil ini bisa berjalan seru dan berkesan!”    

Kemungkinan aksi Antiphaty tidak hanya berhenti sampai di sini. Toh persis seperti yang telah diperingatkan di awal: Ini semua seperti pesta yang telah dimulai sejak dini dan mungkin tidak akan cepat usai. Apalagi tempo hari Catur dkk sempat nyeletuk, “Masih ada kejutan lagi dari Antiphaty. Masih rahasia. Nanti saja dikabarkan. Belum waktunya untuk dibocorkan sekarang!” 

Facebook Comments

You May Also Like

Interview

Sekali lagi dunia musik cadas tanah air kedatangan gitaris wanita. Ya, setelah Prisa Rianzi yang sempat membuat kita berdecak kagum dengan permainan gitarnya bersama...

Featured

Festival Metal terbesar se-Asia Tenggara, Helprint 2016, kembali digelar dengan Bandung sebagai tuan rumah. Facebook Comments

New Track

Setelah merilis single ‘Kingslayer’ pada April 2015 lalu, kali ini band post-hardcore asal Jakarta Selatan yang terbentuk sejak tahun 2010 , DIVIDE merilis single terbaru...

Album

IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band...

Copyright © 2020 IHEARTGIGS