(20/12) Solois Christabel Annora tidak serta merta meninggalkan karir bermusiknya di Indonesia ketika memutuskan untuk melanjutkan studi di Inggris tahun ini. Pada tanggal 20 Desember 2017, Ista, begitu ia akrab disapa, resmi meluncurkan video klip terbarunya untuk single “Lucid Dream”. Diambil dari album “Talking Days”, lagu ini merupakan single ke-4 dari musisi asal Malang ini setelah merilis tiga nomor awal yakni “If These Walls Could Talk”, “Sunshine Talks” dan “Rindu Itu Keras Kepala”.

Track nomor 11 dari album penuh perdananya ini menyajikan nada-nada melankolis yang memadukan suara dan permainan piano dari Christabel Annora, serta iringan gitar dari Bambang Iswanto (The Morning After). “Pada dasarnya ‘Lucid Dream’ is a goodbye song. Konsepnya memang lucid dreaming dimana kita sadar kita sedang bermimpi dan di lagu ini, saya menolak untuk bangun karena apa yang dihadapi dalam mimpi lebih indah dari realita,” jelas Christabel Annora tentang arti dari lagu tersebut.

Lagu berdurasi 5 menit dan 25 detik ini mengajak para pendengarnya untuk terhanyut dalam nada-nada magis yang bisa dibilang dinamis, walau tetap mempertahankan tempo yang cukup pelan. Pendengar seakan terhanyut di antara mimpi dan realita. Pengalaman mendengarkan single terbaru Christabel Annora akan semakin kuat dengan adanya visualisasi dalam bentuk video klip yang digarap oleh Prialangga.

Video klip dari “Lucid Dream” sendiri sengaja dirilis pada tanggal 20 Desember 2017 agar bertepatan satu tahun dengan dirilisnya video klip “Rindu Itu Keras Kepala”. Direkam di beberapa lokasi antara lain Yogyakarta, Semarang dan Malang, Prialangga sebagai sutradara membutuhkan sekitar dua minggu untuk merampungkan proses pengambilan gambar.

Apabila diperhatikan dengan seksama, video klip “Lucid Dream” memadukan dua latar belakang yang berbeda yakni di area outdoor (luar ruangan) dan indoor (dalam ruangan). Hal ini didasari oleh filosofi yang ingin diinterpretasikan sang sutradara. “Dua lokasi yang berbeda sebenarnya menggambarkan ruang mimpi yang luas dan sempit,” ujar Prialangga.

Menggunakan warna semi monokrom dalam sinematografinya, Prialangga mengungkapkan interpretasinya terhadap lagu “Lucid Dream” dalam adegan-adegan yang disusun. “Saya mencoba menceritakan tentang ketidaksiapan dalam menghadapi sebuah kenyataan. Para tokoh saya buat untuk berusaha mengalahkan ketakutan terbesar tentang apa yang dialaminya dalam dunia nyata,” jelasnya. “Penggunaan warna seperti ini (re: semi monokrom) juga mewakili kenyataan dan mimpi,” ujarnya menambahkan.

Meskipun memiliki interpretasi personal terhadap lagu yang dibawakan Christabel Annora, Prialangga membebaskan para penikmat karyanya untuk mengartikan video klip “Lucid Dream” sesuai persepsi masing-masing. Adanya berbagai sudut pandang dalam menilai visualisasi lagu ini menurut Prialangga akan membuat konsep rancangannya semakin berkembang.

Christabel Annora berharap perilisan single dalam bentuk video ini bisa menyampaikan perasaan yang terkandung dalam lagunya. Video klip “Lucid Dream” sudah bisa dinikmati pada kanal Youtube Christabel Annora atau klik tautan di bawah. Album “Talking Days” telah dirilis secara digital dan fisik melalui Barongsai Records.

Facebook Comments
If the spinner keeps loading forever, click to hide it.
Loading...