Connect with us

Hi, what are you looking for?

Featured

MonoHero akan Tampil pada Perhelatan “Alur Bunyi” Goethe-Institut Jakarta

©MonoHero

Setelah merilis EP dan single bertajuk “Resah” serta melakukan “ibadah” tour beberapa waktu yang lalu, unit psychedelic ambient asal Malang, MonoHero dikabarkan segera berlabuh ke Jakarta untuk menghadiri dan bermain dalam acara Alur Bunyi milik Goethe-Institut Jakarta. Acara Alur Bunyi edisi MonoHero ini sendiri diadakan pada tanggal 19 Oktober 2017.

Alur Bunyi sendiri merupakan sebuah event yang diadakan setiap 1 bulan sekali dengan menawarkan showcase beberapa musisi tanah air. Tercatat ada Gerald Situmorang, Jevin, Aksan Sjuman, Patrick Hartono dan Adra Karim sebagai penampil di event ini. Sebagai tambahan informasi, sebelum MonoHero, Alur Bunyi edisi September kemarin diisi oleh Gerald Situmorang yang juga merilis album keduanya bertajuk “Dimensions” di event ini. Sebagai tambahan lagi, event ini disiarkan secara live streaming di akun YouTube Goethe-Institut Indonesia untuk memfasilitasi penonton di luar Jakarta yang ingin melihat pertunjukan ini.

Terkait partisipasi MonoHero dalam Alur Bunyi, MF Wafy, mastermind dari MonoHero memberikan penjelasan, “Ya, dapat tawaran dari salah seorang pihak penyelenggara.” Arie “Omen”, vokalis MonoHero mengungkapkan detailnya. “Jadi berawal dari MonoHero ‘kan main di Jakarta Oktober tahun lalu. Nah salah satu juri dari event tersebut merekomendasikan MonoHero kepada pihak Goethe-Institut untuk jadi salah satu penampil di acara Alur Bunyi ini,” paparnya. Ya, sebagai pengingat, MF Wafy terpilih menjadi salah satu penampil dalam Pekan Komponis Muda Indonesia dengan tema “Musik Eksperimental Elektronik” tahun 2016 dan membawa MonoHero sebagai proyeknya dalam sesi penampilannya.

Sedangkan dari perspektif departemen vokal, Arie “Omen” juga menyatakan antusiasmenya yang mendalam mengenai Alur Bunyi ini. “Ya yang jelas sangat antusias ya, dan deg-deg’an juga, pengen cepet-cepet ke sana, tampil. Event besar yang diselenggarakan Goethe Instute sebagai lembaga kebudayaan jelas bukan hal yang main-main, apalagi ketika melihat line-up artist per bulannya,” kata Omen. Ia juga mengatakan bahwa ia sangat senang bisa kembali ke Jakarta dan selalu bersemangat ketika bermain di sana. “Ya, alhamdulilah diberi kesempatan ke sana lagi,” katanya.

Mengenai adanya persiapan khusus untuk acara ini, Omen juga menyampaikan ada beberapa treatment yang memang perlu dipikirkan. “Ya, secara kita dapat durasi 1 jam penuh untuk main. Jelas kami harus berpikir mengatur alur show, apalagi kami main di gedung pertunjukan, Goethehaus. Merasa agak terbebani juga oleh konser edisi Gerald (Situmorang) kemarin yang full hingga tidak cukup,” kata Omen. “Yang jelas kami meningkatkan intensitas latihan, karena kami akhir-akhir ini jarang latihan, hehehe,” tambah Omen. Satu hal yang pasti, mereka berencana membawakan komposisi baru berjudul “Kilau” selain lagu-lagu seperti “Escalating Wanderlust”, “Resah” dan “Avaveti” yang telah dirilis dan dibawakan dalam setiap penampilannya.

Dari departemen visual, Alfian “Kebeb” Roesman juga mengaku menyiapkan beberapa hal baru untuk Alur Bunyi. “Inginnya membawa sesuatu yang berbeda, namun masih kami godok konsep untuk perform-nya. Yang jelas ingin menampilkan visual yang ‘bercerita’ & membawa penonton ke dalam dimensi yang ‘lain’ dengan tetap sinkron dengan musik MonoHero sendiri,” kata Alfian. “Yang pasti secara visual akan ada penggabungan psychedelic art & motif-motif pattern tenun Indonesia di samping juga simbol-simbol baru dari MonoHero sendiri,” tambah dirinya saat mendiskusikan perihal detail konsep mapping MonoHero.

Sebagai penutup, Omen berpendapat bahwa ia menganggap konser ini sebagai salah satu batu pijakan tersendiri untuk dirinya dan MonoHero. “Semoga konser ini bisa mengobati segala-galanya; kegelisahan-kegelisahan saya pribadi dan MonoHero sendiri. Dan tentu saja, bisa jadi jalan MonoHero buat nge-tour ke luar negeri seperti Eropa,” pungkas Omen.

Facebook Comments

You May Also Like

Interview

Sekali lagi dunia musik cadas tanah air kedatangan gitaris wanita. Ya, setelah Prisa Rianzi yang sempat membuat kita berdecak kagum dengan permainan gitarnya bersama...

Featured

Festival Metal terbesar se-Asia Tenggara, Helprint 2016, kembali digelar dengan Bandung sebagai tuan rumah. Facebook Comments

Album

IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band...

News

Pada pertengahan tahun 1994, sekelompok anak muda yang menggemari musik keras (metal, hardcore, punk) Facebook Comments

Copyright © 2020 IHEARTGIGS