Connect with us

Hi, what are you looking for?

Featured

Review Homegrown Vol. 1 “Tribute To Joy Division”

Suasana Fab Café Jogja pada hari Rabu (20/5) terlihat sedikit berbeda. Saat memasuki café pengunjung akan disuguhi oleh display karya furniture dari brand Loyal Desire yang mengangkat tema Joy Division. Joy Division sendiri adalah salah satu band post-punk berpengaruh pada era pertengahan 70an dimana sang vokalis, Ian Curtis meninggal dunia karena bunuh diri pada 18 Mei 1980. Oleh karena itu, tema yang diambil oleh Homegrown untuk gelaran perdananya ini adalah “Tribute to Joy Division”. Selain menampilkan pameran instalasi di lantai bawah, saat beranjak menuju ke rooftop di lantai 2 penonton disuguhi oleh screening film dokumenter mengenai Ian Curtis dan Joy Division.

Venue yang mengambil tempat di rooftop bisa dibilang sebagai hal baru untuk pertunjukan musik di Yogyakarta, dikarenakan memang tidak banyak tempat di kota ini yang memiliki rooftop dan dapat dipergunakan untuk menggelar sebuah pertunjukan musik. Pertunjukan dimulai tepat pukul 7 malam oleh band post-rock pendatang baru asal Yogyakarta, Niskala. Dikarenakan salah satu personelnya terlambat datang, Niskala hanya mendapat kesempatan untuk memainkan 2 buah lagu pada malam hari itu.

Setelah Niskala, grup pop folk Chick and Soup beralih untuk mengokupasi panggung. 2 buah lagu Joy Division yaitu Transmission dan The Atmosphere yang kelam dengan sukses dirubah oleh Chick and Soup menjadi lebih ceria. Selain itu Chick and Soup juga membawakan materi lagu milik mereka sendiri, dimana lagu tersebut juga akan terdapat di LP perdana yang akan dirilis dalam waktu dekat. Penampil setelah Chick and Soup adalah Sungai, band folk akustik pendatang baru ini membawakan 2 buah lagu Joy Division Shadow Play dan Love Will Tears Us Apart, dan juga sebuah lagu lama dari band Anggisluka berjudul Merah Muda.

Meskipun tidak tampil dengan formasi utuh, Sungai dapat tampil dengan apik malam hari itu. Meskipun kali ini Skandal tidak tampil dengan formasi yang sama seperti di tahun awal mereka terbentuk, mereka tetap membawakan performa panggung sebagai ‘anak bengal’ indie-rock Yogyakarta. Penampilan Skandal cukup menarik karena tidak membawakan lagu dari Warsaw, band yang kemudian merubah namanya menjadi Joy Division. Selain itu Skandal juga membawakan lagu Cut Your Hair milik Pavement, dimana Pavement adalah band yang secara musikalitas terinspirasi oleh Joy Division.

Pertunjukan berlanjut bersama duo elektronik Belkastrelka yang didapuk menjadi performer penutup sebelum sesi DJ bersama DJ Aryo dimulai. Dengan membawakan beberapa materi baru milik mereka yaitu Hacker of Destiny, Ordinary Supper, The Game dan 2 buah lagu cover dari Joy Division Disorder dan Made a Mistake, Asa Rahmana dan Yennu Ariendra berhasil memuaskan sekitar 100 penonton yang memadati rooftop Fab Café Jogja pada malam hari itu. DJ Aryo yang memainkan musik- musik indies 80-90an yang di remix seperti The Cure, The Smiths dan tentunya Joy Division berhasil membuat suasana menjadi semakin meriah.

Tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan musik yang akan rutin digelar di Yogyakarta, Homegrown yang di selenggarakan oleh KANALTIGAPULUH, Yogyamusicstore dan Fab Café Jogja ini akan mengirimkan perwakilan band atau musisi yang sudah tampil untuk berkesempatan perform di kota Bandung dalam pertunjukan musik yang digelar oleh TRL dan FFWD Records. Selain itu, band-band yang sudah tampil di Homegrown juga akan dirilis dalam bentuk album kompilasi oleh Kanal30Netlabel.

Foto :

Facebook Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Interview

Sekali lagi dunia musik cadas tanah air kedatangan gitaris wanita. Ya, setelah Prisa Rianzi yang sempat membuat kita berdecak kagum dengan permainan gitarnya bersama...

Featured

Festival Metal terbesar se-Asia Tenggara, Helprint 2016, kembali digelar dengan Bandung sebagai tuan rumah. Facebook Comments

Album

IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band...

News

Pada pertengahan tahun 1994, sekelompok anak muda yang menggemari musik keras (metal, hardcore, punk) Facebook Comments

Copyright © 2020 IHEARTGIGS