Write The Future dibentuk pada tahun 2009 ini adalah salah satu unit Pop Punk di Kota Malang yang masih eksis hingga saat ini. Band yang digawangi oleh Dandy (Vocal) Risang (gitar), Dimas (gitar), Agung (drum), dan Yoga (bass) ini sudah mengeluarkan beberapa rilisan, hingga kini sudah menelurkan 2 EP dan 1 split album. EP pertama dirilis pada tahun 2012 dengan judul “Reason” yang berisikan 5 lagu. Di tahun yang sama Write The Future melakukan tour bertajuk “Ingin meledak Tour” ke tiga titik kota di Jawa yaitu (Solo, Bandung, dan Jakarta) dengan menggandeng kolega Pop Punk lainnya asal Malang yaitu Stay Funny.

2 tahun setelah itu, Write The Future kembali merilis sebuah EP dengan warna yang cukup berbeda dengan EP sebelumnya. Mini album ini berjudul “Bury My Trace Someone Wil Take My Place”, berbeda dengan EP “Reason” yang dirilis sendiri, EP kedua ini berada di bawah naungan Haum Records, yang merupakan rilisan pertama label itu sendiri.

Selepas dari tour EP yang kedua lahirlah sebuah Split Album Write The Future x Story Starry Night asal Bekasi berjudul “Couch to Couch” pada tahun 2014 oleh APErojects Records dalam bentuk kaset dan kemudian disusul dalam format CD. Proses pembuatan album ini dilakukan bareng-bareng di studio yang sama. Kali itu WTF menjadi tuan rumah. Proses rekaman “Couch to Couch bisa dibilang cukup cepat karena hanya memakan waktu kurang lebih satu minggu di Osithok Studio Malang.

Pada tanggal 29 Januari 2017 Write the Future resmi merilis full album pertamanya berjudul “Changing Pace” dalam format CD. Setalah 2 mini album dan 1 split yang pernah dirilis oleh Haum Records dan Aperojects Records kali ini Write The Future memberanikan diri untuk merilis sendiri full album pertamanya tanpa naungan siapapun. Pendewasaan music WTF dari setiap rilisan cukup signifikan, mulai dari Reason di tahun 2012, Bury My Trace Someone Will Take My Place di tahun 2014 lalu ke Split Ep Couch to Couch.

Official Music Video bertajuk “Changing Pace” dirilis pada tanggal 29 Januari 2018 tepat di hari yang sama, yaitu genap setahun setelah Full Length album dengan judul yang sama resmi dirilis. Track ke 4 Changing Pace dipilih menjadi music video pertama dari 10 list lagu dalam album karena merupakan benang merah dari keseluruhan materi dalam album.

‘ Its easy to follow the current I’m in, I might get to shore without giving in, its easy to agree with words you’re giving, but my heart keeps telling me to question anything ‘

Music Video Changing Pace bercerita tentang situasi keresahan dimana kami di hadapkan dengan banyak pilihan. Kadang terasa lebih mudah mengikuti apa yang banyak orang lain lakukan, dan juga meng-amin-i apa yang orang lain katakan, tapi itu semua tidak selalu sama dengan apa kata hati. Sementara kami tahu bahwa pilihan- pilhan tersebut bisa berpengaruh pada hidup kami di kemudian hari. Situasi tersebut digambarkan dalam scene arus air yang deras, berlari, kelelahan, ekpresi keresahan dan amarah yang menjadi symbol bagaimana kami mengahadapi pertempuran dalam hati.

‘ Should I change, should I be running to fit in ?’

Apakah kami harus berubah atau mengikuti arus seperti yang banyak orang lain lakukan untuk menentukan pilihan? Hingga kami sadar bahwa langkah yang kita pilih tidak bisa disama-rata kan, karena setiap individu memiliki porsi dan cara masing-masing untuk mencapai tujuan.

Facebook Comments
If the spinner keeps loading forever, click to hide it.
Loading...