Home / Interview / Romance Dawn: Sebuah Pertanda Awal Perjalanan Rebelsuns
Rebelsuns

Romance Dawn: Sebuah Pertanda Awal Perjalanan Rebelsuns

Pasca sukses menarik perhatian dengan tiga single yang sudah lebih dulu dilepas, Rebelsuns akhirnya menelurkan mini album pertama mereka. Dengan titel Romance Dawn, Gilang dan Dai ingin membuktikan bahwa mereka benar-benar serius dalam berkarya.

Yudha Prastianto dari Iheartgigs kembali mewawancari mereka secara ekslusif soal behind the scene penggarapan album, termasuk bagaimana seorang Ariel Nayaka bisa terlibat dalam salah satu lagu di mini album ini.

Halo Rebelsuns! Akhirnya bisa wawancara lagi sama kalian! Tepat setahun yang lalu kalian bilang sedang merencanakan mini album dan akhirnya baru keluar tahun ini. Ada tanggapan?

Gilang: Ya alhamdullilah aja sih sebenernya, kalau gue sendiri sempet mikir mungkin lebih bagus kalau kita rilis awal 2018 tapi by this point in time kayaknya udah waktunya untuk rilis soalnya selama 2017 kita udah bawa lagu-lagu ini live beberapa kali hehe. Tapi selain itu, kita lagi ngerombak beberapa materi untuk tahun depan.

Dai: Gue juga seneng banget akhirnya bisa membuktikan ke semua orang bahwa karya kita tuh nyata hahaha

Menurut gue sih cukup lama buat sebuah mini album, digarap sampai setahun lebih. Apa ada kendala selama prosesnya?

Gilang: Sebenernya nge-review lagu-lagunya sih yang rada nge-delay proses EPnya, lagu-lagu seperti “Save Your Breath” buat gue sama Dai itu salah satu lagu yang paling tricky untuk direkam soalnya emang dari vibe dan stylenya sendiri kita sempet saling tek-tokan sama produser kita (Kevaz Jones) beberapa kali gitu. BPM-nya sempet diturunin, aransemennya diubah beberapa kali sampai kita akhirnya puas. Nah, untuk lagu-lagu seperti “Talking” dan “Headlights” itu lebih cepat prosesnya tapi karena kita ngerjain lagu ini secara long-distance dengan produser yang berbeda (Rino Darusman), ini juga sempet jadi halangan tapi nggak sampe kayak ngeganggu banget sebenernya.

Dai: Setuju sih “Save Your Breath” itu penuh tantangan bikinnya. Menurut gue karena lagu itu sendiri semacam perpaduan berbagai macam jenis musik yang kita suka dan untuk bisa menyatukannya menjadi sebuah komposisi yang dinamis dan kongruen butuh waktu. We’re quite nitpicky in that sense.

Kenapa Romance Dawn jadi pilihan kalian buat judulnya?

Dai: Frase Romance Dawn itu sebenarnya gue adopsi dari komik favorit gue for life: One Piece, itu adalah judul chapter pertamanya dan menurut gue itu sangat cocok tertulis di atas artwork EP kita yang istilahnya jadi chapter pertama Rebelsuns. Semua lagu di EP ini bernuansa romansa dan di situ gue tetapkan nama EP ini.

Jujur, dari album kalian ini, yang pertama kali buat gue ‘wah’ itu cover albumnya sih. Bisa diceritain gak, ada makna apa dibaliknya? Apa ada pesan-pesan terselubung yang mau kalian sampein lewat cover tersebut?

Dai: Artwork-nya gue basiskan pada kata kunci Journey karena gue mau mengambil kesempatan ini untuk mengilustrasikan petualangan yang sedang Rebelsuns tempuh. Kita bagaikan sedang mengarungi dunia maya diatas kapal.

 

 

Produksi lagu-lagu untuk album ini masih dibantu sama Hayden Jeffery?

Gilang: Hayden megang posisi produser di lagu-lagu seperti “World Number Two” dan “The Things We Did”, tapi untuk lagu-lagu lain Hayden hanya ngebantu kita sebagai mixing dan mastering engineer.

Dari 6 lagu yang udah ada, lagu mana sih yang paling berkesan buat kalian berdua? Dan kenapa?

Gilang: Buat gue sih di antara “Save Your Breath” dan “Headlights”, walaupun “World Number Two” is probably my favorite song we’ve ever done. “Save Your Breath” berkesan banget sama gue soalnya ini bener-bener lagu yang gue sama Dai berkerja sama secara tek-tokan gitu. Kan gue bikin reffnya, verse pertama ditulis/dibantu oleh artis asal Singapura, Gentle Bones (Joel Tan) dan verse duanya Dai yang nulis. I think it represents Rebelsuns. Very well!

Dai: Selain “Things We Did” menjadi lagu legit pertama yang gue rilis, gue suka banget sama hasil akhir “Talking” dan “Headlights” di mana kedua lagu itu semacam leap of faith karena itu diluar comfort zone kita.

Ada sentuhan yang berbeda di lagu Headlights, kalian melibatkan A. Nayaka di dalamnya. Bisa diceritain proses pembuatannya dari awal sampai lagu itu jadi? Dan ekspektasi seperti apa yang kalian mau dari lagu ini?

Gilang: Jadi gue sempet berdiskusi gitu sama Dai karena kita masih memikir untuk jadiin “The Things We Did” sebagai lagu penutup atau kita coba bikin macam ballad atau surprise song gitu buat Romance Dawn. Nah, sambil kita berdiskusi, gue buka garageband di Ruang Seduh terus coba bikin rough sketch gitu barengan sama Dai. Nggak lama kemudian, salah satu produser kita Rino Darusman lagi liburan ke Jakarta dari Melbourne. Karena dia udah bantuin kita nge-produce “Talking” kita ajak dia main ke Ruang Seduh Kemang terus dalam waktu sehari kita udah basically ngelarin semua main instrumentalnya. Gue sempet iseng aja sih, jokingly asked Dai “gimana kalo kita ajak Ariel Nayaka untuk feature di lagu ini?” terus Dai nya setuju beneran and karena gue sama Nayaka udah kenal lumayan lama, gue ajak aja via LINE and the rest was history! Dia pun yang nulis versenya dia sendiri which is pretty cool. Soalnya gue cuman kasih macem diskripsi dan backstory gitu. Personally gue makin pengen ngelanjut alur-alur electronic buat beberapa lagu-lagu Rebelsuns untuk tahun depan, but I guess we’ll see!

OOT ya, gue liat IG kalian feednya udah beda, gak kaya dulu. Rebranding?

Dai: Iya dongg, setiap chapter perjalanan Rebelsuns bakal kita tunjukan dengan style yang berbeda karena Rebelsuns sendiri akan terus berubah-ubah dalam musik, look, kisah, kolaborator dll.

Setelah mini album ini bakal ada apa lagi dari Rebelsuns?

Gilang: Banyak yang sedang kita planning sih, I’m sure it won’t be long till you hear something new from us!

Dai: And expect new, like new-new from us. Kita pengen penikmat kita terus ikut berubah dan tumbuh bersama kita. Semoga aja tetep pada enjoy and still vibin to it.

 

Facebook Comments

About Yudha Prastianto

Check Also

Penggalan Perspektif: Perbincangan Singkat dengan Cak Sur

Selama ini, pendapat-pendapat tentang band-band Malang mungkin masih berkutat pada pendapat para pelakunya (e.g. musisi). …

If the spinner keeps loading forever, click to hide it.
Loading...