Setelah merilis single perdana berjudul “Ad Hominem” Agustus kemarin, Hompimpa kembali merilis sebuah single dan video klip lagu berjudul “The Five”. Video klip ini diproduseri oleh Hompimpa dan WAV Motion. Sigit “WAV Motion” bertindak sebagai sutradara sekaligus DOP di dalamnya.

Lagu “The Five” sendiri menceritakan tentang kegelisahan akan hilangnya makna Pancasila. “Kita setuju dan mengamini keberadaan ideologi bangsa kita ini, tetapi di saat yang sama, “kehilangan” esensinya sebagai  sebuah tatanan nilai berpikir yang fundamental dalam berbangsa dan bernegara”, ungkap Bimo, gitaris Hompimpa. Ia melanjutkan bahwa hari ini kita seakan hafal di luar kepala bunyi sila pertama hingga kelima, tetapi dalam implementasinya, baik dalam berpikir maupun output tindakan, kita justru seringkali menjauh darinya.

“Mungkin topik ini terdengar serius. Tetapi pada kenyataannya inilah terjadi dekat di sekitar kita. Perpecahan, sektarianisme, isu-isu SARA, korupsi yang  yang semakin ditopang oleh anonimitas di media sosial. Hal-hal seperti itu kadang membuat kami bertanya-tanya, masihkah kita memegang kelima sila itu sebagai dasar dalam bertindak baik sebagai warga negara dan sebagai manusia?,” kata Iwan Ruby selaku vokalis Hompimpa.

Kegelisahan mengenai ini dituangkan dalam bentuk audiovisual berupa sebuah video klip. Hompimpa menghadirkan berbagai ironi dari kelima sila yang direlevansikan dengan keadaan bangsa Indonesia hari-hari ini. “Sebenarnya lebih ke arah menghadirkan ironi yang terjadi di sekitar kita ya. Lalu kita bahas implementasi dan kenyataan-kenyataan di sekitar yang direlevansikan dengan sila per sila sebelum dijadikan di dalam sebuah karya audiovisual,” kata Sigit selaku sutradara.

Proses syuting video klip ini sendiri hanya memakan waktu satu hari. Lokasi Pasar Besi dan Pasar Besar Malang dipilih karena dirasa cukup representatif untuk pengambilannya.

Tentang HOMPIMPA

Hompimpa adalah unit musik yang memotret fenomena sekitar sembari mengajak pendengarnya “berpikir bersama” dalam balutan musik grunge. Mereka terinfluens oleh Nirvana, Alice in Chains, dan Pearl Jam dengan sensibilitas Dream Theater dan Mr. Big, unit ini sebenarnya merupakan sebuah side-project dari para personelnya. Mereka terdiri dari Iwan Ruby (Hutan Hujan), (Colderra) pada vokal, Sockran Candra (Sumber Kencono) pada gitar, Bimo Donoseputro (Ekstremitas) pada gitar, dan Indra Zulkarnain (Fallen To Pieces), (Stolen Visions) pada bass.

Facebook Comments