Samskrta adalah sebuah band Indie asal Kota Malang. Band bergenre Sadcore ini memiliki karakteristik berlirik suram, melodi yang downbeat dan tempo lambat. Band ini di gawangi oleh Yayas (Vocal), Mardian (Lead Guitar), Maulana (Drum), Chaidir (Gitar), Soeprapto (spoken word) & Yoga (Bass), mereka bertemu dan berkumpul di satu organisasi seni yang sama di Universitas Negeri Malang yang bernama OPIUM tahun 2016 akhir.

Terbentuknya Samskrta diambil dari sebuah bahasa Sansekerta yang jika diartikan adalah Bahasa, dan menurut mereka Samskrta adalah Bahasa mereka untuk menyampaikan kecemasan, kegelisahan, dan apapun yang mereka rasakan.

“Tabun”, single yang mereka record di Srawung Record Studio ini sudah sangat sering diCurhatkan disetiap gigs dimana mereka tampil.

Single pertama mereka yaitu “Tabun”, menceritakan tentang seseorang yang membayangkan ketika dirinya menjadi asap yang mengepul, bebas kemanapun, tetapi tak punya tujuan, tak dianggap dan akhirnya hilang. Lagu ini dibawakan dengan tempo yang sangat lambat dan akan membuat mereka yang mendengarkan ikut terhanyut dan merayakan kesedihan yang mereka Curhatkan.

Artwork album single “Tabun” ini digarap oleh deklamator mereka sendiri Bambang Soeprapto dengan setting sang penulis lagu ketika dia berada dalam khayalanya dan merasakan kegelisahannya.

Dan pada tanggal 18 September 2018 mereka akan merilis Single, Video Lirik, dan juga merchandise dari lagu yang bercerita tentang asap ini.

Band yang mengaku terinfluence oleh Red House Painters, Codeine, dan Art Of Fighting Ini mengunggah lagu mereka pada Spotify, Bandcamp, Deezer, iTunes, etc. dan video lirik mereka di youtube. Unit Sadcore asal Malang ini juga berencana akan segera merampungkan kumpulan “Curahan Hati’ mereka dalam bentuk album dan mengajak kalian semua merayakan kesedihan dalam waktu dekat ini.

Facebook Comments