Connect with us

Hi, what are you looking for?

Gigs

Live Forever Vol 8

Heals © Live Forever

Hujan deras memandu gelaran Live Forever Volume 8 yang tetap di helat di tempat yang sama seperti sebelumnya, Famouz Cafe, Cirebon 27 Febuari 2016. Sempat mundur satu jam dari jadwal sebelumnya, akhirnya acara dibuka dengan dua MC yang salah satu Mcnya terpaksa mengenakan celana boxer saja karena kehujanan ketika di perjalanan menuju tempat berlangsungnya acara.

Line up Live Forever kali ini diisi dengan tiga band dari ranah musik yang berbeda-beda. Hanyaterra, dari Jatiwangi, Majalengka, memainkan musik dari instrumen yang terbuat dari genteng dan keramik. Klopediakustik, duo-folk dari Kuningan, membawakan lagu-lagu ringan tentang kisah sehari-hari. Dan Heals, rekrutan anyar FFWD, membangkitkan kembali kebisingan musik-sepatu ala My Bloody Valentine. Dan tambahan aksi live drawing dari Sautel Cago (Prancis), serta hiburan bubaran hajatan dari DJ Marine.

Hanyaterra didaulat menjadi band yang pertama barmain di Live Forever 8 ini. Di sela-sela penampilanya, Tedi sang vokalis berfilosofis tentang tanah, yang memang berperan penting dalam musik mereka, juga tentang rencana mereka yang akan bermain di Berlin dan harapannya ingin main di Iceland. Di lagu Janji Tanah Berani, para penonton mengepalkan tangannya keatas dan menyanyayikan penggalan liriknya.

Setelah keriuhan yang dibawa Hanyaterra, Klopediakustik membuat malam berhujan itu kembali tenang dengan lagu-lagunya. Lagu-lagu mereka sederhana dan bernuansa riang, bercerita tentang kerinduan kepada nenek, atau tentang permen.

Acara itu selesai sekitar pukul 11 dini hari. Heals yang menjadi aksi penutup untuk malam itu. Suasana tenang ketika Klopediakustik bermain kembali berubah menjadi panas saat Heals tampil. Berbeda dengan musiknya yang serius, para personil Heals malah lebih santai. Ketika terjadi gangguan pada sound salah satu gitaris mereka, mereka malah bercanda dengan berkata akan menyanyikan lagu Sheila On 7 dan sempat memainkan 5 detik intro Semua Tentang Kita milik Peterpan.

Selama Heals bermain Sautel Cago mengiringi mereka dengan mural-mural digitalnya. Sautel Cago banyak bercerita tentang karya aabstraknya yang sangat perispirasi oleh Picasso. Setelah Heals selesai DJ Marine mengisi soundtrack bubaran hajatan dari perangakat DJnya.

Facebook Comments

You May Also Like

Interview

Sekali lagi dunia musik cadas tanah air kedatangan gitaris wanita. Ya, setelah Prisa Rianzi yang sempat membuat kita berdecak kagum dengan permainan gitarnya bersama...

Featured

Festival Metal terbesar se-Asia Tenggara, Helprint 2016, kembali digelar dengan Bandung sebagai tuan rumah. Facebook Comments

Album

IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band...

News

Pada pertengahan tahun 1994, sekelompok anak muda yang menggemari musik keras (metal, hardcore, punk) Facebook Comments

Copyright © 2020 IHEARTGIGS