11 bulan usai merilis single pertama berjudul “Traces of Love” ke channel Youtube, duo trip hop experience asal Yogyakarta, Portelea, bakal meluncurkan mini album perdana mereka 19 Juli 2019 mendatang ke banyak gerai digital. Mini album berjudul “Silent Screaming” yang berisi tiga lagu yaitu “Silent Screaming”, “Darx Box”, dan “Traces of Love” ini Catur Kurniawan (Music Programer) dan Rigisa Sejating Ayu (Vokal) membawa semangat Bristol Sound yang populer tahun 80an akhir hingga pertengahan 90an: bertempo lambat, muram, dan dibarengi unsur elektronik.

“Musiknya 90 persen elektronik kecuali di lagu ‘Silent Screaming’ karena kolaborasi bareng drummer Rizal Syaifur. Buat kami seru saja kalau ada akustiknya di sana. Soal lirik direspon sama Rigisa (vokal), dia bisa menangkap kemuraman aransemennya lalu dituangkan ke tema lagu lalu lirik,” kata Catur Kurniawan, yang akrab disapa Yoyok ini.

Portelea mendapat inspirasi dari banyak peristiwa sosial dalam lagu mereka. “Silent Screaming” terinspirasi dari kisah nyata seorang anak perempuan yang tak mendapat keadilan hukum setelah diperkosa. Malah perempuan itu yang harus mendekam di penjara. Lalu “Dark Box” mengisahkan tentang personaliti introvert yang dipermasalahkan. Mereka yang punya sifat tertutup seolah kelainan dalam masyarakat. Sedangkan “Traces of Love” lebih berkisah tentang produksi tubuh sosial, di mana rindu adalah gejala kehilangan aktivitas fisik, bukan perasaan.

“Kenapa kami mengangkat tema-tema ini karena jarang ada yang mau mengangkat persoalan ini, menyuarakan kepribadian dan lingkungan sosial sekitar membuat kita bisa lebih sadar dan mengerti tentang orang lain,” sambung Yoyok.

Proses perekaman album dilakukan di banyak studio, seperti Jogja Audio School (JAS) dan Neverland Studio. Begitu juga proses mixing dan mastering. “Silent Screaming” dimixing dan mastering oleh Arda Neverland Studio sedangkan “Dark Box” digarap Uya Cipriano, vokalis sekaligus gitaris LastElise. Di departemen artwork album dan lagu Portelea mengajak Bodhi IA, perupa muda sekaligus narator band Post-Rock B.U.K.T.U. “Kami banyak kolaborasi dengan teman-teman baik dalam menggarap album ini. Semoga saja mini album ini bisa diterima tidak hanya mereka yang suka trip hop tapi juga seluruh pendengar,” harap Rigisa.

Portelea mulai berpores sejak pertengahan 2018. Yoyok dan Rigisa mengalami serendepity sebelum bermusik bersama. Rigi bertemu Yoyok di Melodia musik ketika mau membeli mikrofon. Yoyok yang kebetulan tengah bekerja di toko sekaligus salah satu tempat nongkrong favorit para musisi Jogja itu naksir berat dengan suara Rigi yang tengah mencoba mikrofon. “Pas saya dengar suaranya, wah ini dia nih yang saya cari untuk proyek musik Portelea. Dia punya karakter suara kuat. Terus satu minggu kemudian saya ajak dia untuk ber-Portelea dan dia langsung mau. Sejak saat itu bikin karya bareng,” kenang Yoyok.

Portelea Are  : Catur Kurniawan, Rigisa Sejating Ayu

Contact           : 082137110001

Instagram       : @portelea.music

Twitter           : @porteleamusic

Facebook Comments