Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Rilis Single “The Morning Star”, Rumah Serem Perlihatkan Sisi Kalem

Bertepatan dengan hari pertama Wajib Registrasi Nomor Seluler di Indonesia, paguyuban orkes crossover Rumah Serem merilis single kedua berjudul “The Morning Star”. Bekerjasama dengan IHG Distribution, single ini sudah bisa di berbagai aplikasi musik khalayak millenial seperti Spotify, iTunes, Amazon dan banyak lainnya mulai tanggal 31 Oktober 2017.

Seperti “Kopine Pak Jokowi”, “The Morning Star” juga direkam di AA Studio dan Gigih “Gege” Praseta dari Goodboy Jimmy kembali dipercaya sebagai orang di bidang mixing dan mastering trek ini. Sedangkan artwork single ini digarap langsung oleh Danang “Mang Danas” Tri Wahono, artworker sekaligus bassist dari Rumah Serem dibantu oleh Gara Liu dalam proses pendigitalannya.

Seakan ingin mencoba hal baru, Rumah Serem mencoba memasukkan elemen-elemen pop Indonesia yang seakan bertolak belakang dengan musik mereka pada “Kopine Pak Jokowi” yang cenderung terpengaruh oleh nuansa dangdut dengan duet gitar & sentuhan sound-sound kontemporer. Dalam lagu ini, Rumah Serem ingin menyelami pengaruh-pengaruh dari musik Pop Indonesia medio pertengahan 2000’an pada masing-masing personel dengan menghadirkan petikan gitar yang lembut dan string ensemble dari keyboard ala-ala lagu-lagu cinta yang biasa dilihat di tipi-tipi. “Ya apalah kami ini yang dibesarkan oleh ketampanan artist-artist hits TV tahun 2000’an. Tidak mau mengelak, kami semua ini dulu ngefans banget lho sama Kangen Band, D’Bagindas, apalagi Radja,” papar Randy “Kempel”, keyboardist Rumah Serem. Dibalut dengan tempo yang cenderung slow, tentunya lagu ini bisa dipakai buat santai-santai sambil ngopi asique baik di pojokan coffee shop hingga remangnya kamar kos; baik di pagi hari maupun di malam-malam khalayak yang selalu berteman sepi.

Sedangkan lirik dan fondasi musik “The Morning Star” sendiri sebenarnya ditulis pada tahun 2015 berdasarkan pengalaman dan kisah pribadi kolektif Danang (bassist), Supri (gitaris), Momu (gitaris) dan Amin (vokalis). Momu sendiri mengaku terpengaruh lagu-lagu milik The Panasdalam dan Pidi Baiq khususnya dalam proses kreatif lagu ini. “Iya, sebenarnya lagu ini dibuat tahun 2015, saat hampir semua dari kami masih dalam kepengurusan organisasi di dalam kampus. Baru akhirnya pada 2017 direkam dan akhirnya dirilis,” kata Mustofa salah satu dedengkot Rumah Serem yang ikut terlibat dan menjadi saksi mata keempat orang tersebut gitaran dan menulis lirik lagu ini di sebuah sore yang cukup cerah dengan suhu sekitar 27-30 derajat celcius saat itu.

Rencananya, lagu ini juga akan mempunyai video klip sendiri seperti single pertama “Kopine Pak Jokowi” yang sudah bisa dilihat (dan juga di-subscribe) di YouTube. Video klip lagu ini sendiri disutradarai langsung oleh Momu yang juga pegiat film dari komunitas Ruang Tunggu dibantu oleh banyak pihak baik dari internal Rumah Serem sendiri maupun teman-teman sesama insan kreatif di Malang.

Facebook Comments

You May Also Like

Interview

Sekali lagi dunia musik cadas tanah air kedatangan gitaris wanita. Ya, setelah Prisa Rianzi yang sempat membuat kita berdecak kagum dengan permainan gitarnya bersama...

Featured

Festival Metal terbesar se-Asia Tenggara, Helprint 2016, kembali digelar dengan Bandung sebagai tuan rumah. Facebook Comments

Album

IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band...

News

Pada pertengahan tahun 1994, sekelompok anak muda yang menggemari musik keras (metal, hardcore, punk) Facebook Comments

Copyright © 2020 IHEARTGIGS