Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sabbra Cadabbra Umumkan Debut Album Pertama

Setahun belakangan banyak peristiwa yang terjadi di Indonesia. Seperti kasus pembunuhan Angeline, Kisruh PSSI vs Kemenpora, Prostitusi online artis, Kabut asap, Gelombang musisi ditangkap polisi karerna pemakaian narkoba, sampai dengan para bintang rocker dunia menyurati Presiden Jokowi akan membatalkanproses hukuman mati bagi para terpidana mati narkotika, Bali Nine.

Diantara sebagian peristiwa serta kejadian itu, unit Metalcore asal Yogyakarta Sabbra Cadabbra sibuk menyelesaikan debut album pertamanya. Hari-hari para personelnya dihabiskan untuk memilah, menyerap dan memilih energi yang akan dikeluarkan di debut album mereka. Dan sekaranglah saatnya bagi Vocalis Bobby Satria (Bobby), Gitaris Yudhistira Gangga (Gangga), Gitaris Thabrani Andhari (Tephy), dan Drummer Dwi Agung (Agung) untuk melepaskan segala kerja keras dan energi mereka. Disaat sedang sibuk merampungkan album, secara tak terduga Agung memutuskan untuk melepas jabatannya dari posisi drum. Dan memilih ikut sampai di Album pertama saja.

Setelah mundurnya Agung yang memang sudah melaksanakan kewajibannya, Tersisalah tiga personel Bobby, Gangga dan Tephy. Mereka tak patah semangat dan tetap bertahan untuk segera merampungkan album ini. Harapan, Semangat dan Kemarahan mereka tunjukkan di Album yang diberi tajuk Pandora selaku debut album.

Pemilihan tajuk Pandora sendiri karena dirasa cocok dengan makna dari materi lagu yang terdapat di album. Pandora Box yang dilarang dibuka dan jika dibuka akan berhamburan segala macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan, dan keputusasaan. Para personel pun meyakini bahwa materi lagu di album debut akan menimbukan pengaruh yang sama (tentunya dalam makna positif). Seperti yang dikatakan Gangga, “pemilihan tajuk Pandora didasarkan bahwa materi lagu di album petama kami akan menimbulkan dampak, wabah, keburukan atau keputusasaan dalam makna yang positif. Karena dibalik dampak-dampak tersebut muncul Harapan”.

Pandora akan diisi dengan sejumlah lagu yang diantaranya berjudul “Rage”, “Agony of War”, “Mask of Light”, “Never Lose” dan juga “Chaos”.

Gangga dan Tephy sebagai producer dalam album ini memanjakan penikmat musik metal dengan balutan materi Metalcore bergaya Death Metal. Sementara untuk divisi lirik, Bobby yang bergelut dengan tema-tema lingkungan, kritik yang membangun, dunia yang mengalami Chaos. “Saya sengaja memadukan tema-tema yang berat tapi mudah untuk dimengerti, agar penikmat mampu membaca dan berimajinasi tentang apa yang saya tulis”. Terkait dengan pemilihan lirik yang memakai bahasa Inggris, Tephy menambahkan, “Untuk lirik kenapa kami memakai bahasa Inggris, agar cakupan pendengar musik Sabbra lebih luas dan gak cuma di Indonesia aja”.

Mari kita nantikan bagaimana dahsyatnya chaos yang disajikan unit Metalcore dari Yogyakarta ini. Sebagai pembuktian bahwa band metal dari Yogyakarta bisa berbicara di kancah musik nasional.

Facebook Comments

You May Also Like

Interview

Sekali lagi dunia musik cadas tanah air kedatangan gitaris wanita. Ya, setelah Prisa Rianzi yang sempat membuat kita berdecak kagum dengan permainan gitarnya bersama...

Featured

Festival Metal terbesar se-Asia Tenggara, Helprint 2016, kembali digelar dengan Bandung sebagai tuan rumah. Facebook Comments

Album

IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band...

News

Pada pertengahan tahun 1994, sekelompok anak muda yang menggemari musik keras (metal, hardcore, punk) Facebook Comments

Copyright © 2020 IHEARTGIGS