IHEARTGIGS – Memahami album baru Asking Alexandria mungkin kurang terasa gregetnya kalau belum mengikuti drama perpecahan duo frontliner band ini, Ben Bruce dan Danny Worsnop. Band yang berhasil menanjak pada tahun 2013 dengan albumnya yang berjudul “Reckless and Relentless”, seperti kehilangan arah pada album ketiganya yang berjudul “From Death to Destiny”. Hal ini memang sangat dipengaruhi oleh kondisi sang vokalis, Danny Worsnop, yang mengalami cidera pita suara pada tahun 2012, sehingga gaya Asking Alexandria pada album tersebut berantakan dan tidak jelas; yaitu Post-Hardcore dengan nuansa Country yang mengaku diri mereka Rock’n’Roll.

Hengkangnya Danny Worsnop disayangkan oleh banyak fans. Tapi ternyata, hal ini menjadi keuntungan bagi band asal Inggris tersebut, karena banyak media menilai Danny Worsnop tidak memberikan kontribusi positif yang signifikan pada kualitas musik Asking Alexandria sejak album ketiga mereka. Bersama vokalis baru, Dennis Stoff, Asking Alexandria mulai menunjukkan taring mereka lagi di album ke empat “The Black”.

Asking Alexandria, Asking Alexandria Indo, Indonesia, AAFamily, AA Family Indo

Apa yang ditawarkan Asking Alexandria dalam The Black? Angin segar. Track by track yang disuguhkan oleh Asking Alexandria menghantam keras, menggigit dan sangat hidup. Track pertama Let It Sleep, merupakan pembuka yang manis dan segar, sesegar berbuka puasa bagi para pecinta aliran musik ini. Lagu ini juga mendapat pujian dari Rocksound, yang menilainya sebagai ‘heaviest breakdowns of this year’.

Beberapa track berikutnya seperti The Black, I Won’t Give In, Undivided dan Circled By The Wolves menjadi ajang Dennis Stoff unjuk suara. Puncak dari album “The Black” adalah track berjudul Sometimes It Ends, dimana pada awal dan akhir lagu, Ben Bruce mencuri kesempatan untuk ‘curhat’ mengenai rasa sakit hatinya kepada Danny. Dalam kesempatan tersebut Ben juga menceritakan bagaimana Dennis mampu membawanya melampaui amarah untuk terus maju dan berkarya. Akhirnya, scream dan growl Dennis dibuat dengan influence dari gaya vokal Danny pada album pertama, “Stand Up and Scream”, sehingga mood dari track ini tereksekusi dengan baik. Oh, sungguh pembalasan yang manis.

Jiwa muda Asking Alexandria juga tidak serta merta hilang. The Lost Souls, Just A Slave To Rock N’ Roll, We’ll Be OK, dan Gone memberi para pendengar setia nuansa kejayaan album “Reckless and Relentless”, pun memberikan sensasi rock megah yang klasik ala Avenged Sevenfold dan Van Halen bagi para pendengar baru. Tidak lupa, track anthem seperti Here I Am, juga merupakan lagu dengan lirik dan musik yang kuat, sehingga perlu dipertimbangkan oleh para pecinta musik rock saat ini.

Sebenarnya, tidak perlu mengikuti sinetron berkepanjangan dalam konflik ex-vokalis melawan band untuk menikmati album ini. Tapi menariknya, kisah Asking Alexandria bisa menorehkan sejarah bahwa penggantian anggota band tidak melulu memberikan impact negatif, baik pada psikologis anggota ataupun kualitas musik dari band tersebut.

Facebook Comments