Berbicara tentang kota Malang dan anak mudanya tidak habis untuk dibahas, kali ini dari musik ada Beeswax.

Akhir-akhir ini band satu ini mencuri banyak perhatian khalayak dengan musik yang mereka mainkan, yang mungkin musik jenis ini (masih) baru di telinga.

yap! Beeswax memainkan musik bergenre emo…

Mungkin sudah banyak yang tau bahwa Beeswax merupakan proyek ‘kamar mandi’ Bagas Yudhiswa lewat lagu yg diunggah nya di soundcloud. Dengan tidak sengaja pemilik Haum Records ikut menyimak dan memutuskan untuk merilis EP pertama yaitu First Step dirilis tahun 2014.

Tidak sampai disitu, setahun kemudian. Bagas mengajak ketiga teman nya untuk melanjutkan full album pertama Beeswax bertajuk Growing Up Late yang dirilis dalam format kaset 2015 dibawah naungan label Barongsai Records.

Beberapa lagu andalan dan wajib disimak dari beeswax versi saya:

1. Start The Line, Break It All

gak hanya bersedih lewat lirik, beeswax mencoba membuat musik dengan suasana tenang, petikan gitar diawal intro lagu ini dan sesekali membuat riuh di akhir lagu. Dan cocok untuk sing a long! saat mereka sedang live.

Ini merupakan official music video pertama dari album Growing Up Late, video ciamik yang disutradarai oleh Permana Hidayat (@gedzyouth).

2. Fix

dari album first step yang sepenuh nya dikerjakan oleh Bagas Yudhiswa.

3. The Most Pathetic One On Planet

Track pertama di full album Growing Up Late sukses menyedot perhatian di sebuah perangkat musik streaming Spotify dengan pendengar terbanyak, what a sad song..

Dari musik diatas, tak hanya di Malang beeswax mampu mengeksplor musiknya sampai Jakarta maupun bandung. dan banyak liputan majalah musik ternama yg memuat artikel tentang Beeswax.

Salah satunya ada majalah Rolling Stone Indonesia yang menyebut bahwa band ini wajib ditonton di pagelaran akbar tiap tahunan We The Fest 2016, dan 15 artis lain nya.

Emo dan Beeswax

Lewat band ini wawasan musik akan bertambah lagi, apalagi tentang genre musik emo. Bagas mencoba memberi referensi musik emo yang didengar nya bersama Beeswax. Tidak terlihat cengeng, melainkan dibuat lebih segar dan enak didengar.

Berawal dari situ, pendengar akan mencoba mencari tau dan mengulik sedikit band luar yang sangat kental dengan musik Beeswax. Seperti American Football, Modern Basball, Basement, Yuck dan masih banyak lagi yg belum terjamah.

Dari band tersebut, musik emo tak selalu sedih berkepanjangan ataupun dengan musik suara scream layaknya Killing Me Inside bisa juga seperti Evanescence. Tetapi emo yang disampaikan Beeswax lebih kalem dan elegan dalam menyampaikan kesedihan saat bermusik.

Era milenial sekarang orang tidak sungkan lagi dibilang emo, dan sekarang mulai banyak band baru yang bermunculan dengan membawakan sedikit nuansa emo di dalamnya.

Terima kasih telah membuat musik terbaik, membawa musik di Malang lebih berwarna dan memberi edukasi tentang genre musik yg belum ter-eksplor.

 

Ditulis oleh Ridan Junianto

Facebook Comments