IHEARTGIGS – Kembalinya Anthony Green untuk menjadi vokalis Saosin memang menggembirakan. Pasalnya, Saosin akhirnya kembali menelurkan karya setelah hiatus selama hampir 4 tahun.

Album “Along The Shadow” yang dirilis pada 20 Mei 2016, mendapat reaksi luar biasa positif dari media. Metacritic memberikan nilai 7.8/8, Allmusic memberikan penilaian 8/10, bahkan pada rating iTunes mereka mampu meraih rating 4.8/5. Album ketiga ini merupakan album pertama bagi Anthony Green untuk berkontribusi secara penuh, karena pada album sebelumnya, Cove Reber masih mengisi posisi vokalis.

saosing, along the shadows,

Saosin formasi 2016

The Silver String, didaulat menjadi track pembuka yang sangat baik dengan menampilkan komposisi pas antara musik Saosin dengan vokal tenor Anthony Green. Disusul lagu ke dua, Ideology is Theft, Anthony Green meraungkan teriakan tenornya yang sangat berkesan bagi siapa saja yang pernah mendengarkan Seven Years. Ah… Ini lah yang kita tunggu-tunggu.

Berikutnya secara bertubi-tubi, distorsi gitar Beau Burchell, bass Chris Sorenson dan drum Alex Rodriguez melebur menjadi ramuan pembakar semangat. Dengarkan saja lagu Racing Toward a Red Light, Count Back From Ten, The Secret Meaning of Freedom, Old Friends atau Illusion & Control, yang akan menggoda anda untuk ber-headbang ria. Bila anda di ruang publik dan malu untuk melakukannya, angguk-angguk kepala adalah efek ringan yang hakiki.

Anthony Green sedikit banyak membawa pengaruh Circa Survive pada album ini. Beberapa lagu yang memberikan kesan khas ala band tersebut adalah Second Guesses, The Stutter Says A Lot, dan lagu penutup, Control and The Urge to Pray. Apakah ini buruk? Tentu saja tidak! Lagu-lagu ini menjadi bukti kematangan Green dan Saosin; berisikan vokal yang stabil dan konsisten, diiringi melodi yang dramatis dan megah. Output-nya? Adalah jawaban kenapa band ini dulu disandingkan dengan para legenda seperti The Used, My Chemical Romance dan Taking Back Sunday.

Setelah mendengarkan seluruh lagu dalam album ini, sulit menentukan mana lagu yang paling menonjol. Semua bermain dengan all-out, seolah ini merupakan kesempatan terakhir mereka untuk bermusik bersama. Album yang sangat emosional untuk sebuah pertemuan kembali, sehingga terasa seperti perpisahan.

Kesimpulannya, “Along The Shadow” adalah paket berisi semangat Saosin yang membakar, menyalakan api harapan untuk masa depan cerah band asal California ini. Tanpa bermaksud melupakan kontribusi Cove Reber untuk Saosin, “Along The Shadow” pantas dinominasikan sebagai album terbaik Saosin yang pertama dan semoga saja bukan yang terakhir.

Facebook Comments