Home / Your Story / ‘Halfway Through’ Anak Kedua dari Much

‘Halfway Through’ Anak Kedua dari Much

Produktivitas karya sebuah band disisi lain dilihat dari rajin nya band tersebut mengeluarkan album ~~

Cara membuat album juga diilhami oleh MUCH, duo muda mudi/ band yang berdiri di kota Malang ini, awal februari 2018 telah merilis album penuh pertama mereka bertajuk Halfway Through

Memulai dengan nama MUCH sejak tahun 2014, mereka sudah mengeluarkan entitas pendek atau biasa kita sebut EP bernama Closest Things I Can Relate To pada tahun 2015, merilis fisik berupa CD dan cassete dalam jumlah terbatas, proses distribusi di naungi oleh label indie kota Malang: Haum Records. Maka dari itu saat ini MUCH sudah mempunyai ‘anak kedua’ dalam perjalanan bermusik mereka.

Much di We Are The Pigs #2 ©IHEARTGIGS /Gaharu Jabal

Berbicara mengenai MUCH, mari kita menilisik kebelakang bagaimana nama itu muncul dipermukaan skena musik di Malang raya dan bahkan musik mereka diapreasi sampai ditelinga penggemar luar Malang seperti Jakarta dan Bandung!

Dibalik garangnya melantunkan lirik sebagai vokalis beraliran pop punk di band Write The Future ternyata ada pandangan lain dalam bermusik nya yang ingin disampaikan diluar WTF, Ya.. diam-diam Dandy Gilang mengajak pasangan Aulia Anggia membuat proyek bermusik dan ditahun 2014 mereka memutuskan menggunakan nama panggung bernama MUCH, ada nuansa indie rock ala tigers jaw dalam musik yang mereka bawakan…

Menariknya disini Dandy tidak memegang full posisi vokal seperti di WTF dan lebih berfokus bermain gitar, sesekali mencoba menjadi backing vokal dari Aulia Anggia yang didapuk menjadi front girl alias vokalis di MUCH.

Dalam pesan dan isi lagu yang mereka mainkan tidak melulu percintaan yang sendu tapi terkadang sebagai pasangan kita harus menerima apapun konsekuensi nya dan selalu berbuat yg terbaik satu dengan lainnya, Heuheu

Foto: Ridan Ari Junianto.

Melihat linimasi Instagram @muchband_ dalam beberapa tahun terakhir akhirnya mereka mulai memasuki dapur rekaman untuk membuat materi baru. Membutuhkan waktu hampir 3 tahun untuk mengeluarkan Halfway Through atau album penuh pertama ke khalayak ramai.

Dibanderol seharga 50rb rupiah berisikan 10 lagu, sebelumnya MUCH memberi suguhan 3 music video: Break Heart, Break Apart, Uneven, dan Circle sudah bisa didengar dan dilihat di Youtube sebagai ajang pemanasan album teranyar nya.

Cover album sederhana yang dikerjakan lagi-lagi bekerjasama dengan Haum Records, keahlihan Dandy tidak hanya dalam bermusik tapi juga fotografi, terbukti dari foto-foto cover dalam album ini difoto sendiri dan Aulia Anggia sebagai modelnya.

Foto: Ridan Ari Junianto.

MUCH di album ini menurut saya sangat detail dalam membuat fisiknya, biasanya judul lagu di sampul belakang hanya bertuliskan memakai huruf biasa. Tetapi disini mereka mencoba beda, mengadaptasi lagu-lagu mereka kedalam artwork dan dijadikan patch/ emblem lalu difoto jadilah sekumpulan judul album yg menggemaskan di sampul belakang Halfway Through. Ide yang menarik!

Foto: Ridan Ari Junianto.

Setelah membongkar apa saja isi di dalam album ini, MUCH bekerja sama dengan Ivan Makhsara (penulis majalah Rolling Stones INA) untuk sedikit menulis liner notes tentang kesan pertama beliau menyimak musik mereka dan bagaimana tanggapan nya? silahkan beli albumnya :))

FYI: Ivan Makhsara merupakan kontributor di majalah rolling stones indonesia yang belakangan terakhir sedang melejit dikarenakan berhasil me-wawancarai secara mendalam alasan (sebenarnya) Is keluar dari Payung Teduh, dan tulisan nya viral di media sosial terutama Twitter.

Inilah enaknya membeli rilisan fisik, kalian bakal tidak menyangka apa yg ada di dalam album yang kalian beli. MUCH memberikan bonus patch judul lagu di album Halfway Through, kebetulan saya mendapatkan Break Heart, Break Apart kualitas patch yang ciamik dan sangat tebal.

Dari segi produksi album ini terasa lebih fresh dilihat dari segi rekaman dan suara yg dihasilkan begitu nyaman ditelinga dibanding album sebelum nya yg terkesan apa adanya, ini menurut saya pribadi.

Selalu ada bumbu romansa percinta di dalam proses kreatif yang mereka berdua ciptakan, dan setelah mendengarkan album satu ini saya beranggapan ada nuansa baru di skena permusikan kota Malang.  Much love xoxo

Ditulis oleh Ridan Ari Junianto

Facebook Comments

About Your Story

If the spinner keeps loading forever, click to hide it.
Loading...